Home > Articles, Ethek-Ewer, History > :: Mandala, Interpretasi Pondasi Sebuah Candi ::

:: Mandala, Interpretasi Pondasi Sebuah Candi ::

Mandala, Tantric Symbol of Integration

Sebuah old-fashioned way yang dulu sering saya lakukan manakala sedang di rundung kegalauan adalah menulis. Tulisan kali ini pun lahir sebagai bagian dari usaha saya dalam menghibur diri selepas kepergian seseorang yang begitu saya sayangi. Seseorang yang mungkin lebih menyerupai ibu kandung bagi saya sendiri, beliau yang juga telah mengajarkan banyak hal dan memberikan teladan dalam berperilaku serta bertutur kata. Semoga semua yang telah engkau berikan bisa menjadi pondasi yang kokoh bagiku dalam menjalani kehidupan yang lebih baik lagi. Selamat Jalan Mami Kantin SMA 3 Yogyakarta. Terima Kasih.

Mandala awalnya adalah merupakan Simbol Kesatuan yang umum digunakan oleh kaum/kalangan Tantric di India. Mengacu kepada sejarah dan filosofi Buddha pada awal perkembangannya, terdapat 3 aliran yang umum diterima di masyarakat yakni Hinayana, Mahayana dan Vajrayana. Kaum Tantric sendiri menunjuk kepada golongan penganut salah satu dari ketiga aliran suci dalam agama Buddha tersebut yakni Vajrayana atau lebih dikenal dengan nama Tantrayana. Aliran ini tergolong unik karena mereka juga memuja Dewa-Dewa agama Hindu di dalam sistem Pantheon mereka.  Tantras yang juga merupakan kitab suci aliran Tantrayana ini kemudian berkembang menjadi suatu istilah yang mewakili golongan tersebut yakni Tantric.

Mandala dalam bahasa Sanskrit  (Mandhala) adalah berarti Lingkaran atau wilayah. Deskripsi lebih lanjut, Mandala adalah bentuk simbolik dari suatu lingkaran. Simbolik dalam pengertian bahwa bentuk tersebut tidaklah sepenuhnya menyerupai lingkaran akan tetapi hanyalah berupa 5 titik dengan kedudukan yang berbeda.

Bentuk Dasar Mandala

Titik pusat (center) berada di tengah sedangkan keempat titik lainnya berada pada masing masing 4 titik sudutnya (square). Kelima titik tersebut dianggap mewakili 5 forms of Buddhas yang dapat dibedakan melalui gesture pada kedua tangannya.

  1. Vairocana, Sang Penerang.
  2. Akshobya, Yang Tak Terusik.
  3. Ratnasambhava, Yang Utama.
  4. Amitabha, Yang Tak Terbatas.
  5. Amoghasiddhi, Maha Sempurna.

Kelima Buddha tersebut secara konseptual juga memuat 5 ajaran dasar dalam agama Buddha (Five Wisdom). Meskipun dalam beberapa konteks kedaerahan dan wilayah di seluruh dunia,  mengalami penambahan dalam jumlah maupun perbedaan dalam asosiasi ajaran. Selain itu, keberadaan Buddha tersebut juga merupakan suatu kesatuan dari berbagai elemen di alam semesta dan merupakan penggambaran terhadap keempat arah mata angin.

Mandala sebagai kesatuan elemen
Buddha Form dan Representasi Arah
Elemen
Vairocana (Pusat) Ruang
Akshobya (Timur) Air
Ratnasambhava (Selatan) Tanah
Amitabha (Barat) Api
Amogasiddhi (Utara) Udara

Lebih lanjut, Transformasi bentuk pada Mandala dapat dijelaskan sebagai berikut;

Yang cukup menarik dari Mandala ini adalah mengenai kedudukannya sebagai pondasi dari kebanyakan candi yang ditemukan di beberapa wilayah Indonesia, tak terkecuali pada candi-candi bercorak Hindu. Perbedaannya adalah pada Candi Hindu, Mandala digambarkan sebagai mikrokosmis dari keharmonisan hubungan antara manusia, Sang Pencipta dan Alam Semesta (*simak tulisan saya mengenai Kosmologi Candi Hindu di Indonesia).

Disebutkan bahwa salah satu syarat pendirian suatu bangunan candi adalah harus berdasarkan pada Vastu Purusha Mandala. Vastu Purusha Mandala tersebut adalah suatu pedoman pembangunan suatu arsitektural yang berdasarkan prinsip spiritual. Suatu hal yang menjadikan Mandala tersebut memiliki arti penting di dalam pendirian sebuah Candi. Diharapkan bahwa segala unsur bangunan yang berada tepat di atas pondasi mandala tersebut, dapat berdiri secara harmonis dengan alam semesta dan tidak lepas dari prinsip spiritualnya sebagai kediaman para dewa.

Vasthu Purusha Mandala menempatkan bangunan candi utama pada zona (mandala) pusat dengan pembagian 3 petak ke arah sisi yang berbeda. Dari 3 petak tersebut kemudian dapat berkembang menjadi 81 petak, tetapi ada pula yang berkembang menjadi 64 petak. Meski demikian zona di bagian pusat merupakan tempat kedudukan dewa utama (*tempat peletakan ARCA). Salah satu contoh penggunaan Vastu Purusha Mandala yang paling terkenal adalah terdapat pada Candi Borobudur di Jawa Tengah, yang juga merupakan Mandala Terbesar Di Dunia.

Dalam agama Budha dikenal beberapa tipe Mandala ditinjau berdasarkan jumlah karakter dan kedudukannya pada lingkaran mandala. Terdapat 3 jenis mandala yang biasa digunakan sebagai “Blue Print” candi-candi di Jawa yakni;

Vajradhatu Mandala (terdapat 4 tokoh yang mengelilingi Buddha).

Garbhadhatu Mandala (terdapat 8 tokoh yang mengelilingi Buddha).

Dharmadhatu Mandala (terdapat 16 tokoh yang mengelilingi Buddha).

Sumber:

– Bresnahan, Sam :  “Hindu Traditions of Devotion

– Foucher, Alfred :  “The Great Miracle of Saravasti”

– Gyamtso, Khen Tsultim :  “Buddhist Mandalas – the Geometry of Illumination”

– Kollar, L. Peter :   “Symbolism in Hindu Architecture as Revealed in the Shri Minakshi Sundareswar

– Kusumajaya, I Made :  “Candi Sewu: Sejarah dan Pemugarannya”

– Purnomo, Priyo. Eko :  “Kamus Sansekerta – Indonesia”

– Sangharakshita :  “The Mandala: Tantric Symbol of Integration

– Subroto :  “Candi Wahana: Pelestarian dan Pemanfaatan”

– Surasetja, R. Irawan :  “Teori teori Arsitektur Dunia Timur”

– Tachikawa, Musashi :  “A  Study  of  the  Vajradhatu-mandala

– Tachikawa, Musashi :  “The  Sixteen  Bodhisattvas  in  the  Dharmadhatu  Mandala

  1. IKJ
    August 16, 2011 at 00:07

    wew…
    ternyata tanah ini pernah dihinggapi bangsa yg bisa menghargai suatu tujuan melebihi diri mereka sendiri…

    andai saja manusia indonesia bisa belajar hingga ke tingkat pemahaman seperti itu lagi…
    mungkin bangsa ini sudah menjadi pusat peradaban dunia kembali… (setidaknya di asia kecil)🙂

    IKJ

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: